PENGERTIAN PATAHAN | JENIS-JENIS PATAHAN

Posted on 42 views
No ratings yet.

Pengertian Patahan – Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng benua yaitu lempeng Australia, Eurasia dan pasifik. Sehingga Indoneisa kerap terjadi pergeseran lempeng yang bisa di sebut gempa bumi. Sebelumnya kita sudah membahas mengenai lipatan dan pengertian tenaga endogen dan eksogen. Kali ini kita akan membahas mengenai patahan yang masih ada hubungannya dengan lempeng bumi, simak penjelasan berikut ini.

TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN | Pengertian dan Contohnya

Pengertian Patahan

Pengertian patahan adalah tekanan dari dalam bumi yang mengakibatkan lempeng bumi patah. Patahan yang di akibatkan tekanan yang besar akan mengakibatkan pergeseran kerak bumi dan bisa mengakibatkan gempa bumi. Semakin besar patahan lempeng bumi maka akan semakin besar gempa bumi pada permukaan bumi.

Pada umumnya patahan ada dua macam yaitu patahan turun dan terangkat. Patahan bagian yang turun di sebut graben (slenk) sedangkan patahan yang terangkat di sebut horst. Sebagai contoh, ngarai sianok di Sumatra barat yang diakibatkan lempeng mengalami patahan yang dahsyat dan mengakibaykan sebuah danau. Selain itu danau toba di Sumatra selatan dan danau tempe di Sulawesi selatan.

Jenis-Jenis Patahan

Ada dua jenis patahan yaitu patahan vertical dan patahan horizontal berikut oenjelasannya:

Patahan Vertikal

Patahan vertical adalah patahan yang di sebabkan dari tenaga endogen. Patahan ini menyebabkan sesar bergerak ke atas dan ke bawah. Ada beberapa jenis patahan vertikal yaitu Horst, graben, menuju suatu pusat, memusat, menyebar, dan flektur, simak perbedaannya:

1.       Patahan Horsh

Patahan horsh adalah dataran yang naik kerna dorongan tenaga endogen. Kenaikan lempeng ini mengekibatkan Gerakan tektogenesa vertical. Gerakan ini memusat  dan mendorong sesar melalui dua titik ke atas. Contoh parahan ini adalah dataran tinggi dieng, dan dataran tinggi wonosari Yogyakarta.

2.       Patahan graben

Patahan graben adalah daratan yang menurun akibat tarikan tenaga endogen. Lempeng yang bergerak akibat Gerakan tektogenesa yang memusat dan menarik sesar kea rah bawah, sehingga permukaan membentuk lembah. Contoh petahan inu adalah danau toba di Sumatra utara, dan danau tempe di Sulawesi.

3.       Patahan Fault

Patahan dault adalah patahan yang di akibatkan dorongan dari satu lempeng saja. Dorongan ini menyebabkan satu bagian naik ke atas sehingga membentuk seperti tebing dinding tebal.

4.       Patahan Pegunungan

Patahan pegunungan adalah patahan yang di sebut step faulting yaitu patahan berbetuk tangga. Patahan yang beruntun, Gerakan yang menurun beberapa saat dengan tempo dan gerak hampir sama. Sesar bentuk tangga menyebabkan gunung atau pegunungan memiliki tangga alami untuk di daki.

Patahan Horizontal

Patahan Horizontal adalah patahan di akibatkan tekanan tenaga endogen yang bergerak secara horizontal. Sesar patah menuju ke kanan dan ke kiri. Ada dua patahan jenis horizontal yaitu dekstral dan sinistral, berikut penjelasannya:

1.       Patahan Dekstral

Patahan dekstral adalah patahan yang bergerak ke arah kanan. Dekstral dapat diketahui dengan cara berdiri di depan potongan sesar yang besar. jika patahan tersebut adalah dekstral, maka sesar tersebut akan bergerak ke kiri.

2.       Patahan Sinistral

Sinistral adalah kebalikan dari Dekstral. Jika dekstral adalah patahan horizontal yang bergerak kearah kanan, maka sinistral adalah patahan horizontal yang bergerak ke arah kiri. Untuk mengetahu sinistral, caranya sama dengan dekstral. Yaitu berdiri di depan potongan sesar yang besar. jika sesar tersebut bergerak ke arah kiri, maka patahan tersebut adalah sinistral.

PENGERTIAN LIPATAN | 6 Jenis-Jenis Lipatan

Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Pelajarindo.com. Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau. Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel.

Beri nilai untuk artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *