20+ Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal / Telah Tiada

Posted on

Puisi tentang sahabat yang meninggal – Pada kesempatan ini, Admin Senipedia akan kembali membahas mengenai Puisi Rindu, dikhususkan untuk mengenang sahabat yang lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa.

Sahabat adalah orang / beberapa orang yang punya makna lebih dari sekadar pertemanan biasa, namun punya ikatan khusus antara satu dengan yang lainnya.

Seorang Sahabat umumnya akan mempunyai sifat setia, ketergantungan dan jiwa humoris yang tinggi terhadap kita, bahkan bisa dianggap bahwa mereka seperti saudara sendiri.

Seorang sahabat akan dengan sukarela menemani kita, baik dalam keadaan susah maupun senang, suka maupun duka.

Itulah mengapa, yang namanya sahabat adalah orang yang begitu berarti bagi hidup orang lain, bahkan tidak sedikit Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal, lagu, pantun dan sebagainya diciptakan.

Namun bagaimanapun akrabnya sebuah persahabatan, mau tidak mau diantara mereka akan ada yang mndahului menghadap Sang Pencipta.

Inilah yang membedakan mereka, yakni takdir, terutama urusan maut. Nah, jika seorang sahabat dekat meninggal dunia, kamu pasti bisa merasakan sendiri bagaimana sakitnya.

Untuk itulah artikel ini dibuat, yakni Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal, sebagai pengekapresian rasa rindu dan kesedihan atas kehilangan, dalam Kumpulan Puisi untuk almarhum sahabat paling sedih, haru dan terbaru.

Kumpulan Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal

Sulit terbayang di benak tentang bagaimana sakitnya bila ditinggalkan sahabat terbaik untuk selamanya. Ini memang kenyataan yang wajar-wajar saja.

Namun, menangisi terlalu berlebihan juga tidak baik. Oleh karena itu, luapkan kerinduan dan do’a dari kamu melalui puisi rindu sahabat yang sudah tiada di bawah ini.

Kehilangan sahabat untuk selama-lamanya merupakan suatu hal yang amat pahit untuk diterima. Bagaimana tidak, sahabat ialah orang-orang yang selalu setia dengan kita, baik dalam senang maupun duka.

Apalagi jika sahabat yang meninggal adalah sahabat sejak kecil, dimana telah banyak kesan dan cerita yang terukir bersama, dan pastinya akan sangat sulit untuk dilupakan.

Untuk itu, jika mereka telah tiada, rasa rindu yang menggunung dan setiap detiknya semakin besar, itu hal yang wajar. Dan untuk mengekspresikannya, kamu bisa merefleksikan melalui Puisi rindu sahabat yang telah tiada di bawah ini.

Puisi Tentang Perpisahan Sahabat

Tak lagi terbendung,
Tangisku mengucur,
Penuh luka di rudung,
Hati terobek dan hancur.

Tak tertahankan,
Isak membalut badan,
Tenang menyesak perlahan,
Semua seakan menjadi beban.

Tak terasa begitu cepat,
Kau pergi tanpa isyarat,
Menyisakan luka amat lekat,
Suatu cobaan yang berat.

Sahabatku,
Selamat jalan,
Sampai berjumpa di ruang mimpi,
Sakitmu usai, lukamu larai.

Teman baikku,
Semoga tenang di alam sana,
Takkan henti kulantunkan do’a,
Semoga tempatmu adalah surga.

Sahabat,
Sakitmu telah usai,
Biarkan aku begitu gontai,
Memapah asa dengan gemulai.

Selamat jalan, sahabat baikku,
Jangan pernah lupakan aku,
Mimpikan dalam tidur panjangmu,
Tentang semua kisah masa lalu.

Percayalah, sahabat,
Ikatan kita begitu dekat,
Aku dan kau adalah kita,
Sebuah kebersamaan dengan cinta.

Selamat jalan, selamat tinggal,
Sahabat.


Terbujur Kaku

Tubuhmu terbentang,
Badanmu menegang,
Kau terbujur dikelilingi orang-orang,
Semua menatap dan memandang.

Ragamu membeku,
Terbujur amat kaku,
Semua berseru haru,
Beratapan tangis dan pilu.

Hai teman, bagaimana dengan aku?
Aku sepi, benci, pasti merindu.
Baiklah, aku menyadari sesuatu,
Bahwa inilah takdirmu.

Selamat jalan, sahabat,
Kusimpan yang kau buat,
Meski tertinggal hanya Rindu pekat,
Aku dan kau kan selalu terikat.

Selamat tinggal, sahabat baikku.


Kabar Sahabat

Sore itu, Surya mulai menunduk,
Sepertinya dia mengantuk,
Terburu kuhabiskan kopi,
Dan Rokok di tangan kiri.

Belum lagi sampai tujuan,
Kabar duka berkumandang,
Menyampaikan berita duka,
Aku benci, aku berang, aku kecewa.

Ya Tuhan,
Kenapa harus dia?
Kenapa aku benci kabar ini?
Bagaimana nasib-nasib janji?
Bagaimana Cinta yang terpatri?

Ta Tuhan?
Apa yang telah terjadi?
Kenapa tidak permisi?
Ini sungguh sakit sekali,
Dia adalah Sahabat Sejati.

Sungguh, aku menderita,
Melihat dia terbujur buta,
Tak lagi menyahut segala sapa,
Selamat jalan, Sahabat tercinta.


Minuman Terakhir

Malam ini begitu dingin,
Aku ditemani teman baikku,
Ya, teman terbaik,
Dan kalian harus tahu itu.

Kuulurkan segelas kopi panas,
Oh ya, dia begitu ganas,
Tak perlu hembusan nafas,
Kopi habis tanpa bekas.

Malam kian larut,
Canda tawa mulai menyurut,
Saatnya berbaring, tak sabar,
Bagaimana besok kisah berlanjut.

Tak terkira, tak terbantah,
Aku dibangunkan suara gendang,
Diiringi suara pemberi kabar,
Serta menyebut namamu.

Tolong, lanjutkan puisi ini,
Aku tak sanggup lagi.
Sudahlah, sudah.
Ternyata kopi panas jadi minuman terakhir.


Puisi Sahabat yang Hilang

Malam ini,
Cahya bulan menerpa rerumputan,
Menyemburkan sepercik penerangan,
Untuk insan yang tengah terkenang.

Aku kembali membuka,
Catatan lama yang kusam,
Tentang ribuan lembar cerita,
Yang hampir hilang ditelan malam.

Kusibak kembali,
Masa-masa indah terjalin,
Antara aku dan sahabat sejati,
Disela-sela jerihnya hari.

Sahabat, kau hilang,
Pudar dan sirna,
Begitulah kejamnya takdir yang bersaksi,
Nyatanya ialah rahasia Ilahi.

Meski hidup enggan berkeluh,
Terkadang aku juga rapuh,
Menjarah hari dengan sendiri,
Tanpa ada sahabat disisi.

Kawan, kau menghilang,
Aku merindu,
Kawan, kau memudar,
Membekaskan cerita abadi.


Tak Tergantikan

Kaulah sahabatku,
Kala sianh dan malamku,
Kaulah teman baikku,
Terpalut merah dan biru.

Kau yang terbaik,
Teman masa depan yang apik,
Tak pernah berpaling,
Tak pernah menjadi asing.

Kau tak tergantikan,
Selamanya kita berteman,
Kisah ini pasti abadi,
Dalam relung nyata dan mimpi.

Meski Tuhan telah memanggilmu,
Meski kau tak lanjutkan asamu,
Kau tetap sahabatku,
Tetap sahabatku.

Selamat jalan, sahabat,
Kau takkan tergantikan,
Kau abadi dalam naungan,
Semoga berada di Surganya Tuhan.


Sampai Nanti

Sahabat, ini adalah duka,
Kepergianmu sore ini menyisakan luka,
Luka yang amat dalam dan lara,
Sungguh hatiku tak bisa berdusta,
Tentang realita yang ada.

Kecintaanku padamu sangat dalam,
Kepergianmu membuat hati padam,
Aku belum sanggup berjalan dalam suram,
Butuh peneranganmu menelusuri malam.
Menepis ranjau di tengah kelam.

Kawan, selamat berpisah,
Sampai nanti, sampai berjumpa lagi,
Aku harap kita bisa bertemu kembali,
Meski hanya sebatas mimpi,
Pengobat rindu yang mengabadi ini.

Tak banyak kata terucap,
Tak banyak pinta terungkap,
Hanya punya sedikit harap,
Karena memang kau yang telah siap.
Meski aku kau tinggal dalam senyap.

Sampai nanti, sahabat akrab.


Bayangan Pengobat Rindu

Ragamu kaku, kisah kita utuh,
Kau ada ketika ku butuh,
Kau jauh tapi bisa ku sentuh,
Tempat bersandar hati rapuh,
Tempat bercerita semua keluh.

Bayangmu semu, namun obati Rindu,
Senyumku layu, memandang potret itu,
Tenangkanlah aku,
Kuatkanlah aku,
Bayangmu pengobat rindu.

Sahabat, datanglah, hadirlah,
Berikan aku secarik harapan cerah,
Aku lelah, gundah gelisah,
Aku lelah menahan resah,
Akulah orang yang kalah.

Kawan, bayangmu bak bunga merekah,
Hadir bak gersang yang diberi basah,
Meski pengembaraanmu berakhir sudah,
Mencintaimu aku tak pernah lelah.

Baca juga : 12 Puisi Rindu AYAH yang Telah Wafat


Puisi Rindu Sahabat

Ada sebuah rasa sakit,
Yang lebih sakit dari belati,
Ialah kehilangan sahabat,
Yang pergi tanpa pamit.

Ada sebuah rasa sepi,
Yang lebih sepi dari malam sunyi,
Bagai tersesat dalam mimpi,
Adalah kepergian sahabat sejati.

Terkadang aku tak tahan,
Tak kala kerinduan yang membeban,
Sampai pada titik nadir ketahanan,
Membuatku menyerah,
Seraya menangisi yang pergi.

Sahabatku,
Obatilah rinduku, pahamilah rasaku,
Aku sungguh-sungguh merindukanmu,
Dalam gelap dan terangku,
Dalam mimpi dan nyataku.

Sahabatku,
Selamat jalan untuk selamanya,
Tenanglah engkau di alam surga,
Duduklah disisi Sang Pencipta,
Hingga akhir masanya tiba.


Mengemas Asa

Malam itu,
Ada rasa yang berkecamuk,
Ada ucap sedikit mengutuk,
Dengan rindu yang kuyakini kan terbentuk.

Ternyata benar saja,
Semua berakhir di malam itu,
Sahabat terbaik dalam hidup,
Menghembuskan nafas terakhir,
Sekaligus mengemas asa.

Kau terbujur tanpa kata,
Mereka menyahut dengan lara,
Terdipta secuil prahara,
Antara emosi dan putus asa.

Kuhampiri dirimu yang berguling,
Kucium pipimu yang dingin,
Entahlah, ada tangis yang tak tertahan,
Ada sakit yang tidak terbendung.

Ya. Malam itu kubereskan semua,
Apa yang ada menjadi tiada,
Yang tertinggal hanya rindu,
Dan takkan kenal kata buntu.


Terkenang Kisah

Belum lagi usai cerita tadi malam,
Terencana sambungan malam berikutnya,
Belum cukup puas tawa tadi malam,
Dengan sahabat membagi cerita.

Siang ini, terdengar kabar yang kubenci,
Orang-orang bersorak pilu menuju kediamanmu,
Aku belum yakin dan percaya,
Nyatanya benar, kau telah pergi selamanya.

Lalu, bagaimana kisah tadi malam?
Bagaimana kelanjutannya?
Bukankah kita sudah berjanji untuk melanjutkannya?
Bukanlah rencana harus ditepati?

Kenapa? Kenapa takdir malah jadi penghalang?
Kenapa? Aku tak hau kenapa,
Yang jelas rasa sakit ini tak terbendung,
Rasa sedih ini enggan urung.

Ya Allah, kenapa begitu cepat? Kenapa sesingkat ini?
Aku merasa dunia amat gelap.
Tapi tidak mengapa, aku yakin ini adalah bukti,
Bahwa Kau begitu menyayanginya.

Aku rela.


Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal : Pengaduanku

Meski Kau baru pergi beberapa hari,
Namun rindu telah menggunung,
Amat besar dan susah kutampung,
Semakin hari kian memurung.

Hari ini,
Bersama berlalunya hari,
Menatap senja yang menelan matahari,
Kukadukan keluh kesahku pada Ilahi.

Tuhan, aku merindukannya,
Dia sahabat yang seolah saudara,
Merindukan canda dan tawa,
Yang menemaniku suka dan duka.

Tuhan, hadirkan dia kembali,
Meski hanya dalam mimpi,
Setidaknya cukup untuk mengobati,
Kerinduan yang melimpah ini.

Tuhan, tempatkan dia di surga-Mu,
Jauhkan dia dari siksa-Mu,
Bariskan dia dengan para pendahulu,
Hingga nanti kami bertemu.

Tuhan, perkenankanlah pengaduanku.


Puisi Sahabat Sejati Pendek

Puisi untuk sahabat sejati
Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal

Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal : Kehilangan sahabat sejati memang bukanlah hal yang bisa diterima dengan mudah, yang ada adalah rasa sakit, kehilangan, dan rindu yang semakin hari semakin membesar.

Untuk mengekspresikannya, Di bawah ini adalah beberapa Puisi pendek rindu sahabat terbaik, menyentuh dan penuh haru untuk kamu :

Tak Ada Harapan

Aku sadar dan mengerti,
Bahwa ajal pasti datang pada tiap-tiap diri,
Namun disini, hanya aku yang sendiri,
Dan belum siap menghadapi kenyataan ini.

Tak ada lagi harapan,
Aku merelakan persahabatan kita,
Direnggut maut tanpa tanda sapa,
Begitulah, reealita adanya.


Penantian Akhir

Ini adalah akhir, dari pengembaraan panjangmu,
Ini adalah batas, dari segala perjuanganmu,
Kau sampai pada titik terakhir,
Menapakkan kaki di titik nadir.

Pergilah, sahabat,
Tugasmu hanya sampai disini,
Tak perlu tangisi aku yang tinggal sendiri,
Kelak kita akan bertemu lagi.


Do’a Yang Tercurah

Teruntuk kamu, wahai teman baikku,
Terimalah do’a yang diiringi tangis haru,
Sambutlah harapan dan asaku,
Hanya padamu, yang mendahulu.

Teman, do’a takkan terhenti tercurah,
Dari kami, orang-orang yang menyayangimu,
Kuhapuskan gelisah dan juga gundah,
Untuk menempuh hari esok yang biru.


Puisi Perpisahan Sahabat Singkat

Puisi Tentang Sahabat Yang telah tiada : kita berpisah dengan sahabat baik karena sebab-sebab seperti merantau, pergi tugas, menempuh pendidikan di daerah lain yang jauh, itu masih bisa dimaklumi, karena kesempatan untuk bertemu tetap ada.

Beda halnya jika dipisahkan oleh maut, yang jelas-jelas tidak ada lagi kata pertemuan. Untuk itu, demi mengenang dan merefleksikan rasa rindu pada sahabat, dimak beberapa puisi singkat rindu sahabat di bawah ini :

Perpisahan Abadi

Aku menyadari,
Aku insan yang begitu lemah,
Sungguh kenyataan ini membuatku gelisah,
Kepergian sahabat baik seakan datangkan resah,
Aku bagai perajurit yang kalah.

Namun aku juga menyadari,
Betapa fananya dunia ini,
Ada kekekalan nyata di akhirat nanti,
Semoga disana, kita kan bertemu lagi.


Akhir Jalan

Terimalah, teman,
Bahwa inilah akhir perjalananmu,
Akhir pengembaraan panjangmu,
Akhir goresan cerita hidupmu.

Tapi tenang, kenangan kita pasti abadi,
Tersimpan rapi dalam memori,
Aku tak sudi tuk mengkhianati,
Karena kaulah sahabat sejati.
Selamat tinggal, kulantunkan sekali lagi.


Puisi Untuk Sahabat Yang telah tiada : Keabadian

Pergilah, bersama berlalunya mentari,
Meski surya kan balik lagi,
Namun kau tetap tertinggal disana,
Dan aku menantimu di pagi hari,
Lagi, dan lagi.

Teman, ternyata kau tlah sampai,
Sehingga air mata mengalir derai,
Padahal banyak kenangan yang ingin kuurai,
Bersamamu sembari menikmati pantai.

Teman, kau tlah sampai,
Pada yang namanya keabadian.


Puisi Terima Kasih Sahabat

Tak terungkap segala rasa,
Setiap kata terkandung makna,
Semua yang kita lalui bersama,
Kan abadi sepanjang masa.

Teman, Terima kasih kuucapkan,
Tak habis ragamu dalam angan,
Tak lekang tawamu dari bayang,
Sungguh kau, abadi dalam kesan.

Teman, terima kasih kulantunkan,
Atas ribuan pelajaran berharga,
Untuk menempuh kerasnya masa,
Menjalani hidup dengan gairah.

Sekali lagi,
Kuucapkan terima kasih yang besar,
Do’a dalam sujudku kan mengalir deras,
Untukmu yang selalu berjiwa besar,
Untukmu yang menciptakan momen berbekas.

Selamat jalan, teman baikku.


Puisi untuk Sahabat Kecil

Hai kawan,
Ditengah sendu dan luka hari ini,
Atas kepergianmu menghadap ilahi,
Kutuliskan sajak-sajak puisi,
Untukmu yang begitu berarti.

Kawan, kau adalah belahan jiwaku,
Teman sejak kecilku,
Dimana malam begitu membeku,
Dan siang yang berdebu.

Melalui hari-hari penuh lelah,
Berteduh di bawah pohon melawan gerah,
Tak pernah mengenal resah,
Lalui hari tanpa pernah kalah.

Kawan, kuingat kembali masa itu,
Mandi hujan berbasah baju,
Merasa kitalah yang paling tangguh,
Dibarengi petir dan gemuruh.

Berhenti sejenak, air mataku mengalir,
Membahasi kertas yang getir,
Namun kucoba untuk kuat,
Untuk tempuh tanpamu dengan kuat.

Sahabat, kini kau telah pergi,
Yang tertinggal hanya memori,
Kan selalu tersimpan di hati,
Meski tak ada yang abadi.

Sampai jumpa lagi, sahabat sejati.

Jika ada sahabatmu yang menjadi Korban Bencana, Baca : Puisi Tentang Bencana Alam ini, yang jadi rekomendasi buat kamu.

Penutup

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Puisi Tentang Sahabat Yang Meninggal paling sedih dan menyentuh hati, bisa juga dijadikan sebagai status atau postingan di Media Sosial kamu.

Semoga kumpulan Puisi sedih untuk sahabat di atas, bisa merefleksikan dan mengekspresikan rasa rindu dan cinta kamu, untuk para sahabat yang sudah tiada. Terima kasih. (Ref) [Puisi Rindu Sahabat]

Related posts: