PENGERTIAN SENI LUKIS | Sejarah, Teknik, Contoh

Posted on 34 views
5/5 (1)

Pengertian seni lukis – lukisan adalah media gambar yang unik dan memiliki nilai jual yang tinggi. lukisan banyak macamnya dan tekniknya, kita bisa membahas dibawah ini bersama-sama. Sebelumnya kita sudah membahas mengenai Seni Musik, kali ini kita akan membahas mengenai pengertian seni kukis.

Pengertian Seni Tari | jenis, unsur, fungsi, tujuan

Pengertian Seni Lukis

Dibawah ini adalah beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli antara lain:

Pengertian Seni Lukis Menurut Menurut Soedarso

Pengertian Seni Lukis ialah cabang dari seni rupa yang pengungkapannya menggunakan media dua dimensi. Unsur-unsur yang membentuk karya lukis adalah garis dan warna. Dalam buku lain Soedarso mendefinisikan karya lukis adalah karya manusia untuk mengkomunikasikan pengalaman batiniah. Pengalaman tersebut disajikan dalam visualisasi yang menarik sehingga bisa dihayati.

Pengertian Seni Lukis Menurut Menurut Soni Ade dan Imam R

Karya lukis adalah kekuatan peradaban dan kekuatan budaya karena melukis merupakan kegiatan yang melatih seseorang untuk cermat, jeli, dan teliti dalam mengamati kejadian di alam sekitar. Hal ini sama dengan pengertian seni secara umum yaitu sebuah karya yang terinspirasi dari alam.

Pengertian Seni Lukis Menurut Menurut Suyanto

Karya lukis ialah seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk gambar atau lukisan sebagai ekspresi jiwa dari seniman.

Pengertian Seni Lukis Menurut Menurut Myers

Karya lukis adalah bentuk untuk mengungkapkan nilai simbolis, intelektual, emosional, subjektif, dan nilai religius. Dengan kata lain, sebuah karya seni tidak hanya menjadi perwujudan ekspresi seseorang akan tetapi juga harus mengandung berbagai nilai untuk membuatnya lebih bermakna.

CONTOH SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

Sejarah Seni Lukis

Seni lukis adalah salah satu induk dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari drawing.

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Awalnya pelukis Indonesia lebih sebagai penonton atau asisten, sebab pendidikan kesenian merupakan hal mewah yang sulit dicapai penduduk pribumi. Selain karena harga alat lukis modern yang sulit dicapai penduduk biasa.

Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda.

Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa.

Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama.

Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah “kerakyatan”. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Para pelukis kemudian beralih kepada potret nyata kehidupan masyarakat kelas bawah dan perjuangan menghadapi penjajah.

Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.

Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi

Teknik Seni lukis

berikut ini adalah teknik seni lukis antara lain:

  1. Melukis dengan Tehnik Aquarel,tehnik ini menggunakan cat air atau aquarel dengan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan akan terlihat transparan
  2. Melukis dengan Tehnik Plakat,merupakan tehnik lukis yang menggunakan cat air,cat akrilik dengan sapuan warna yang tebal sehinnga menghasilkan gambar yang colorfuul.
  3. Melukis dengan tehnik spray,yaitu melukis dengan menyemprotkan cat pada media lukis ,agar menghasilkan lukisan yang visual
  4. Melukis dengan Tehnik Pointilis,yaitu dengan cara menggunakan titik-tikik untuk menghasilkan lukisan yang anggun ataupun menawan.
  5. Melukis dengan Tehnik Tempera,yaitu dengan mencapurkan kuning telur kedalam cat sebagai bahan perekatnya.
  6. Tehnik Basah,yaitu tehnik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan minyak cat.
  7. Tehnik Kering,yaitu tehnik yang dimana proses pelukisannya tanpa menggunakan minyak cat,dan kuas yang di gunakannya pun harus kering.
  8. Yang terakhir adalah Tehnik Campuran,yaitu kombinasi antara tehnik bassah dan tehnik kering.

Contoh Seni Lukis

Berikut beberapa contoh seni lukis antara lain:

Baca Juga:

Pengertian Seni Tari | jenis, unsur, fungsi, tujuan

Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Pelajarindo.com. Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau. Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel.

Beri nilai untuk artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *