RUMAH ADAT BANTEN | Nama, Gambar, Pembagian Lengkap

Posted on 29 views
No ratings yet.

Rumah Adat Banten – Indonesia mempunyai 34 provinsi, sehingga Indonesia juga mempunyai 34 rumah adat yang berbeda. Sehingga Indonesia mempuyai budaya yang sangat beragam. Sebelumnya kita sudah membahas mengenai rumah adat Aceh dan rumah adat Sumatra selatan. Kali ini kita akan membahas menganai rumah adat  banten mulai dari nama, gambar, dan penjelasan lengkap. Simak penjelasan berikut ini.

RUMAH ADAT 34 PROVINSI | Nama, Gambar, Penjelasan Lengkap

Suku-suku utama penghuni Pulau Jawa, antara lain, suku Badui di Banten, Betawi di DKI Jakarta, Sunda di Jawa Barat, Madura di Jawa Timur, dan suku Jawa di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tiap-tiap suku memiliki rumah adat dengan ciri khas yang berbeda-beda

Rumah Adat Banten

Pengertian rumah adat adalah bangunan memiliki ciri khas digunakan untuk tempat tinggal dan hunian suku yang ada di Indonesia. Kebanyakan rumah adat yang ada di Indonesia berbentuk panggung, alasannya adalah menghindari banjir dan binatang luas. Namun ada beberapa ada juga yang berbentuk tertutup agar penghuninya tetap merasa hangat. Rumah adat akan di sesuaikan dengan kondisi alam sekitar.

Rumah adat banten adalah Rumah nyanda. Suku asli yang tinggal di Provinsi Banten adalah suku Badui. Rumah tradisional ini menyatu dengan alam karena bahan-bahannya berasal dari alam. Alas pondasinya terbuat dari batu, lantainya dari bambu yang dibelah, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, tiangnya dari balok kayu berukuran besar, dan atapnya dibuat dari bilah bambu dan ijuk

Selain di sesuaikan dengan alam sekitar, rumah adat juga di pengarui oleh budaya dan adat istiadat atau nilai-nilai agama masyarakat. Sebagian besar rumah adat sekarang di jadikan sebagai tempat tinggal ketua adat atau untuk tempat acara-cara tertentu.

RUMAH ADAT JAWA TENGAH | Nama, Gambar, Komponen Lengkap

Gambar Rumah Adat Banten

Berikut ini adalah gambar rumah adat banten versi asli dan art, kalian bisa pahami dan cermati:

Pembagian Rumah Adat Banten

Berikut ini adalah pembagian rumah adat banten pada umumnya antara lain:

1.      Bagian Depan

Bagian depan sering dis ebut dengan sosoro. Tempat ini untuk menjamu tamu yang datang ata berkunjung. Bisa juga di gunakan sebagai temoat bersantai atau menenun.

2.      Bagian Tengah

Bagian tengah biasa di sebut dengan tepas. Tepas di gunakan untuk tempat makan, tidur atau tempat beristirahat. Bagian tepas dan sosoro tidak memiliki pembatas sehingga membentuk L.

3.      Bagian Belakang

Bagian belakang bisa di sebut dengan imah. Imah merupakan tempat yang penting dan di gunakan untuk beragam kegiatan. Bagian belakang di gunakan untuk tempat tidur untuk suami istri, dapur, penyimpanan barang, dan tempat makan.

RUMAH ADAT JAWA TIMUR | Nama, Gambar, Komponen Lengkap

Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia bentuk rumah adat berbeda-beda. Bisa bayangkan begitu banyak keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Selain rumah adat ada suku dan Bahasa yang menambah nilai keragaman budaya yang sangat amat banyak.

Menganal banyak rumah adat, Bahasa, suku dan budaya dari tiap-tiap provinsi yang ada di Indoneisa merupakan upaya mengenal kembali bukan hanya budaya daerah sendiri tetapi budaya budaya orang lain juga. Banyak kearifan local dan keindahan local yang tersembunyi disana yang kita bisa pelajari yang tidak ada di pelajaran sekolah.

Di setiap suku, Bahasa, rumah adat dan budaya lainnya mengandung nilai-nilai baik agama, budaya, keberagaman, kedamaian, saling toleransi antar sesama. Sehingga kita bisa memaknai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Baca Juga:

RUMAH ADAT BENGKULU | Nama, Gambar, Komponen Lengkap

Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Pelajarindo.com. Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau. Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel.

Beri nilai untuk artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *