Pengertian Metode Prototype – Pelajarindo.com

Posted on

Pengertian Metode Prototype

Pengertian metode prototype adalah metode pengembangan yang sangat cepat dan pengujian model kerja aplikasi baru melalui proses interaksi yang berulang-ulang sehingga dapat digunakan dengan baik.

Pengertian metode prototype dapat mengatasi permasalahan kesalahpahaman antara user dan analis, permasalahan user tidak mampu mengidentifikasi secara jelas.

Pengertian metode Prototype adalah perangkat lunak (software prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping). Pengertian metode prototype adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working model). Adapun tujuan metode protorype adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Sehingga  sistem ini akan dikembangkan dengan cepat dan biayanya menjadi lebih rendah.

Menjadi ciri khas metode prototype ini adalah pengembang sistem, klien, dan pengguna akhir dapat melihat dan melakukan eksperimen sejak awal proses pengembangan.Ada beberapa metode untuk mengerjakan prototype.

Metode Prototype sering disebut juga desain aplikasi cepat rapit application design/RAD karena sederhana dan cepat desain sistem (O’Brien, 2005).

Tahapan Metode Prototype

Berikut ini adalah beberapa tahapan metode Prototype adalah sebagai berikut:

Pengertian Metode Prototype

1) Pengumpulan kebutuhan

Langkah pertama kali yang harus dilakukan dalam tahapan metode prototype adalah mengidentifikasi seluruh perangkat dan permasalahan. Tahapan metode prototype yang sangat penting adalah analisis dan identifikasi kebutuhan garis besar dari system. Setelah itu akan diketahui langkah apa dan permasalahn yang akan di buat dan di pecahkan. Pengumpulan kebutuhan sangat penting dalam proses ini.

2) Membangun prototype

Langkah selanjutnya adalah langkah metode prototype membangun prototipe yang berfokus pada penyajian pelanggan. Misalkan membuat input dan output hasil system. Sementara hanya prototype saja dulu selanjutnya aka nada tidak lanjut yang harus di kerjakaan.

3) Evaluasi protoptype

Sebelum melangkah ke langkah selanjutnya, ini bersifat wajib yaitu memerikas langkah 1, dan  Karena ini adalah penentu keberhasilan dan proses yang sangat penting. Ketika langkah 1, dan 2 ada yang kurang atau salah kedepannya akan sulit sekali melanjutkan langkah selanjutnya.

4) Mengkodekan system

Sebelum pengkodean atau biasaya kita sebut proses koding, perlu kita ketahui terlebih dahulu pengkodingan menggunakan Bahasa pemograman. Proses ini sangat sulit, karena mengaplikasikan kebutuhan dalam bentuk kode program.

5) Menguji system

Setelah pengkodean atau pengkodingan tentunya akan di testing. Banyak sekali cara untuk testing, misalkan menggunakan white box atau black box. Menggunakan white box berarti menguji kodingan sedangkan black box menguji fungus-fungsi tampilan apakah sudah benar dengan aplikasinya atau tidak.

Baca Juga:

Pengertian Metode Waterfall – Pelajarindo.com

Metode Waterfall | Metode Pengembangan Sistem Waterfall Menurut Sommerville

6) Evaluasi Sistem

Mengevaluasi dari semua langkah yang pernah di lakukan. Sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Jika belum atau masih ada revisi maka dapat mengulangi dan kembali di tahap 1 dan 2.

7) Menggunakan system

System sudah selesai dan siap di serahkan kepada pelanggan, dan jangan lupa untuk maintenance agar system terjaga dan berfungsi sebagai mana mestinya.

Kelebihan Metode Prototype

Ada beberapa kelebihan metode prototype antara lain:

1) Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan

2) Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan

3) Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system

4) Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system

5) Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype

Kelemahan Metode Prototype

Ada beberapa kelemahan metode prototype antara lain:

1) Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam jangka waktu yang lama.

2) Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.

3) Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik perancangan yang baik

Terima kasih banyak sudah membaca artikel kami, besar kemungkinan kami harap anda mendapatkan apa yang anda cari.

Related posts: