Pengertian Globalisasi dan Politik Luar Negeri

Posted on 19 views
No ratings yet.

Pengertian Globalisasi – adalah suatu proses tatanan masyaraka yang bersifat mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

1.      Pengertian Globalisasi

Sebelum membahas pengertian globalisasi, cobalah kalian mengamatisegala sesuatu yang ada disekitar kalian. Pastinya kalian menemukan banyak orang menggunkan telepon genggam. Nah itu termasuk perkembangan era Globalisasi.

Globalisasi bisa diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Atau lebih jelasnnya.

Globalisasi Adalah Proes meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas Negara.

Sartono Kartodirjo Beperpendapat bahwa proses globalisasi sebenernya merupakan gelajar sejarah yang telah ada sejak zaman prasejarah. Peritiwa-peristiwa dalam dunia yang meningkatkan proses globalisasi antara lain adalah :

  1. Ekspansi eropa dengan navigasi perdagangan.
  2. Revolusi Industri yang mendorong Pencarian pasaran hasil industry
  3. Pertumbuhan Kolonialisme dan Imperalisme
  4. Pertumbuhan Kapitalisme,

2.      Politik Luar Negeri

a.      Arti Politik Luar Negeri

Apakah politik luar negeri itu? secara sederhana politikluar negeri merupakan perpaduan dari tujuan atau kepentingan nasional dengan power dan kapabilitas.

Politik Luar Negeri adalah strategidna taktik yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungnannya dengan Negara-negara lain. dalam arti luas poliyik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan Negara-negara lain.

Pelaksanaan politik luar negeri di awali oleh penetapan kebijakan dan kebutusan dengan mempertimbangkan hal-hal yang didasarkan pada factor-faktor nasional.

b.      Politik Luar Negeri Republik Indonesia

  • Dasar Hukum

Dasar hukum pelaksanaan poliyik luar negeri tergambarkan pada Pembukaan UUD 1945 alinea I dan alinea IV. Dari dua kutipan diatas jelaslah bahwa politik luar negeri mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur dalam pembukaan UUD 1945.

  • Sejarah Kelahiran Politik Luar Negeri RI ynag bebas aktif

Peristiwa internasional perang Dunia II pada tahun 1939, antara dua blok kekuatan. kedua blok tersebut adalah Negara poros dengan Negara sekutu. Bagian perang Dunia II dikenal dengan sebutan perang perang Asia Timur Raya atau perang pasifik.

Angkatan perang Amerika serika dibawah komando Jenderal Mc. Arthur dan Laksamana Chester Nimitz berhasil menggulung angkatan perang jepang; sedangkan Laksamana Lord Louis Mountbatten menyerbu birma dari barat dan asia tenggara. Pada tanggal 6 agustus 1945 bom pertama dijatuhkan di kota Hirosima sedangkan bom kedua dijatukan di kota Nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945. Di antara peristiwa tersebut uni soviet menyatakan perang terhadap jepang yaitu pada tanggal 8 Agustus 1945, dan akhirnya pada tanggal 15 agustus 1945 jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, berakhirlah perang Asia timur raya.

Baca Juga

Pengertian Otonomi Daerah | Lengkap Pelajarindo.com

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa indonesiamenyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka.

  • Politik Luar Negeri Bebas Aktif pada Masa Orde Baru

Akibat pmberontakan G.30S/PKI menimbulkan bnyak korban, dari kejadian itu banyak tuntutan oleh berbagai kesatuan aksi dengan tuntutan yang dikenal “TRITURA”  (tri tuntutan rakyat) yaiyu bubarkan PKI turunkan harga dan feshuffle cabinet. Tuntutan tersebut di penuhi pada tanggal 12 maret 1966.  Salah satu ketetapan MPRS pada bulan juni sampai juli adalah ketetapan No.XII/MPRS/1966 tentang penegasan kembali landasan kebijaksanaan politik luar negeri RI. ketetapan tersebut diatur antara lain sebagai berikut :

  1. Bebas aktif anti impelarisme dan kolonialisme dalam segala bentuk.
  2. mengabdi kepada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat.
  • Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Era Reformasi

Sidang umum MPR 1999 kembali mempertegas politik luar negeri Indonesia. dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN dirumuskan hal-hal sebagai berikut.

  1. Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional,menitik beratkan pada solidaritas antar Negara berkembang.
  2. Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur Luar negeri agar mampu melakukan diplomasi untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional.
  3. Meningkakan kerja sama dalam segala bidang dengan Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas, pembangunan dan kesejahteraan. dan masih banyak lainnya
  • Ciri-Ciri Politik Bebas Aktif RI

Dalam berbagai uraian tentang politik Luar Negara yang bebas aktif, Maka Bebas dan aktif disebut sebagai sifat politik luar negeri RI. Kata bebas dan aktif masih ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain misalnya anti kolonialisme dan anti imperalisme.

  • Pengertian Politk Bebas Aktif RI

Mochtar Kusumaatmaja mermuskan bebas aktif sebagai berikut :

Bebas : Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak susuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam pancasila. Aktif : didalam menjalankan kebijaksanaan luarnegerinya Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadia-kejadian internasionlanya melainkan bersifat aktif.

  • Tujuan Politik Luar Negeri RI

Dalam alinea IV pembukaan UUD 1945  yaitu bahwa Indonesia diamanatkan untuk membentuk suatu pemerintah Negara indonesai yang yang menyelenggarakan empat fungsi sebagai berikut.

  1. Fungsi Hankam adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Fungsi Ekonomi yaitu memajukan kesejahteraan umu
  3. Fungsi Sosial dan Budaya yaitu mencerdaaska kehidupan bangsa
  4. Fungsi Politik yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia……..”

 

Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami. Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Pelajarindo.com. Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau. Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel

Sumber penulis

  • A.T Sugeng Priyanto
  • Djaenudin Harun
  • Anang Priyanto
  • Cholisin
  • Muchson A.R
  • Dadang Sundawa
  • Rr. Nanik Setyowati

Beri nilai untuk artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *